ferryardian

sebuah dokumentasi, karya & pengabdian
15
Oct
2009

Antara Publikasi dan Keikhlasan (Curhatan Hati)

Sebagai sebuah partai dakwah berbasis massa kader yang mengedepankan tema ‘bersih, peduli dan profesional’, Partai Keadilan Sejahtera senantiasa ‘peduli’ saat bangsa ini ditimpa musibah bencana alam. Kepedulian ini dibuktikan dengan mulai berdirinya posko-posko PKS diawal bencana alam itu terjadi.

Kita tengok saat bencana tsunami meluluhlantakkan Aceh ketika itu. Belum sehari PKS telah berkoordinasi dan mengirimkan relawannya ke Aceh. Relawan PKS yang berada di sekitar Aceh ketika itu mulai berdatangan. Bahkan Ketua MPR ketika itu, DR. Hidayat Nurwahid telah berada dilokasi lebih dulu dari para pejabat pemerintah negeri ini. Dan beliau ikut serta mengangkat kantung-kantung mayat bersama relawan PKS lainnya.

aceh-hnw

Alhamdulillah pada saat itu ada relawan PKS yang mendokumentasikan kejadian itu. Dan foto itulah yang pada akhirnya tersebar ke media massa sehingga masyarakat mengetahui bahwa ada seorang pejabat Negara yang ia merupakan Ketua MPR, mau mengangkat mayat dan ikut memimpin mensholatkan mayat-mayat itu bersama relawan PKS lainnya ditengah bau anyir dari mayat-mayat yang telah membusuk.

Masih di Aceh, saat relawan PKS mengantarkan bantuan sembako ke sebuah daerah yang hanya bisa dituju dengan mengunakan perahu kapal yang biasa digunakan oleh para nelayan yang untuk sampai kelokasi membutuhkan waktu 12 jam di laut. Mereka bermalam di tengah laut dengan gelombangnya yang mengocok perut para penumpang perahu.

Darimana juga kita tahu kiprah relawan PKS itu?

Alhamdulillah pada saat itu ikut serta sebuah media TV nasional yang meliput perjalanan relawan PKS mengantarkan bantuan tadi. Dan selain itu terdapat juga foto-foto dokumentasi selama perjalanan.

Itu semua ‘diketahui’ karena ada yang mendokumentasikan dan mempublikasikannya ke banyak pihak. Dan semua itu terjadi karena rasa ‘kepedulian’ sebagian kecil relawan untuk mendokumentasikannya disela-sela kerja  evakuasi mayat dan distribusi bantuan.

Kalau tidak ada ‘kepedulian’ untuk mendokumentasikannya, maka tidak akan ada yang tahu kerja-kerja mereka. Dan hanya Allah SWT dan dirinya lah yang mengetahui kerja-kerja tadi.

Kenapa dibilang ‘sebagian kecil’?

Karena bagian dokumentasi ini sering kali terlupakan. Adanya ia karena memang kebetulan ada relawan yang membawa alat rekam seperti video atau kamera digital. Tidak secara khusus dipersiapkan orang-orang yang tugasnya hanya untuk liputan atau dokumentasi kiprah para relawan.

Maka akhirnya dokumentasi yang dimiliki relawan tadi hanya dapat diakses dirinya dan orang-orang disekitarnya.

Dan kejadian ini terus berlangsung disaat musibah bencana lainnya seperti tanah longsor di Sulawesi Selatan, tsunami di Pangandaran, gempa di Jogjakarta, Tasik dan terakhir di Sumatera Barat.

Kepedulian itu dibangun bukan di ‘order’

Bagi seorang ‘tukang moto’ atau yang sering melakukan kerja-kerja peliputan, kepedulian untuk meliput kiprah relawan PKS itu haruslah dibangun bukan di ‘order’. Maksudnya di ‘order’, dia akan melakukan kerja-kerja liputan kalau diminta. Sedang yang dimaksud dibangun disini adalah, dia harus mampu mencari peluang untuk dapat melakukan kerja-kerja liputan. Walaupun pada akhirnya, atas usaha-usaha dia mencari peluang, dia diminta untuk melakukan kerja-kerja liputan.

Pengalaman membuktikan bahwa ketika kita membangun kepedulian itu menjadi peluang untuk dapat melakuka kerja-kerja liputan, Alhamdulillah kemudahan itu selalu diberikan Allah SWT.

Tidak ada kamera, ada yang pinjamkan. Tidak ada lensa, ada juga yang pinjamkan. Tidak ada akomodasi, ada juga yang memberikan. Dan kemudahan-kemudahan lainnya.

Seberapa penting sih kerja-kerja liputan ini?

Penting! Karena dia akan menjadi bagian dari rekam jejak sejarah partai ini. Ketika kita bicara kepedulian, maka ada rekam jejak yang dapat ditampilkan secara visual. Dan itu juga akan sangat memudahkan para kader menyampaikan kepada masyarakat sekitar tentang kiprah-kiprah yang telah PKS kerjakan.

‘Putusnya’ akses informasi yang dapat dilihat dan didengar tentang kiprah relawan PKS di media-media nasional dapat dijembatani dengan ketersediaan informasi di media internal seperti website PKS, buletin maupun ta’limat-ta’limat yang diberikan secara khusus kesetiap jenjang struktur partai.

Selain itu, dengan visualisasi ini, akan dapat menarik simpati dan rasa kepedulian kader, simpatisan serta masyarakat luas untuk berperan aktif dalam membantu. Terutama saat penggalangan dana.

Mereka akan melihat dana-dana yang mereka salurkan kepada PKS telah menjadi tenda-tenda sementara untuk pengungsi, telah tersedianya saluran air bersih, adanya layanan kesehatan, tersalurnya bantuan ke pelosok daerah yang sulit dijangkau dan kiprah-kiprah lainnya.

Katanya ‘ikhlas’ koq peliputan jadi ‘penting’?

Kerja-kerja para relawan PKS tadi akan dirasakan langsung oleh para korban di lokasi bencana, sedang keikhlasan para relawan dari kerja-kerja dia tadi hanya Allah SWT dan dirinya lah yang tahu. Sementara ‘penting’ bahwa kerja-kerja relawan PKS itu juga dimintakan ‘pertanggung-jawabannya’ oleh para konstituen khususnya dan masyarakat pada umumny.

Bahwa PKS yang selama ini mereka dukung telah melakukan kerja ‘peduli’ nya dengan membantu langsung bagi para korban di lokasi bencana. Dan semua itu terekam dalam foto serta video yang terekam selama disana.

‘Penting’ karena sebagai sebuah rekam jejak sejarah untuk generasi berikutnya.

Sebuah Curahan Hati…

aceh

Karena tidak ‘diorder’ tadi maka seringkali setiap kegiatan liputan, khususnya didaerah bencana harus mengupayakan sendiri segalanya. Mulai dari sarana untuk liputan sampai prasarana mendukung lainnya seperti transportasi dan akomodasi.

Alhamdulillah selama ini Allah SWT memberikan kemudahan dengan dipertemukan oleh banyak kader yang mendukung dan memberikan bantuannya untuk kerja-kerja liputan. Kamera, lensa, flash dan berlengkapan liputan lainnya dengan mudah dipinjamkan oleh para ‘muhsinin’. Biaya transportasi pun diberikan para ‘aghniya’ sehingga terkumpul untuk biaya perjalanan. Makan dan tempat istirahat pun tersedia di posko-posko yang dibangun PKS.

Ingin rasanya suatu saat nanti bergabung dengan sebuah tim peliputan sebagaimana tim peliputan yang dimiliki negara asing saat berada di lokasi bencana. Sarana dan prasarana yang mereka miliki sangat lengkap dan mumpuni. Mereka tahu posisi dan tugas mereka. Dan tim lainnya seperti tim rescue dan medis memberikan tempat khusus untuk tim peliputannya. Sehingga mereka mendapatkan ‘posisi terbaik’ disetiap peliputan.

Ingin juga mempunyai alat (gear) yang mumpuni dilokasi bencana. Yang dapat mendokumentasikan dengan lebih baik.

Tapi tanpa itu semua, bukan berarti tidak ada ‘kepedulian’ untuk tetap meliput. Insya Allah akan terus meliput.. di ‘order’ maupun ‘tidak diorder’, karena setelah itu semua keikhlasan akan berperan untuk mendapatkan keridho’an Allah SWT.

“Bekerjalah kamu, maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu, dan akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang Ghaib dan yang syahadah, kemudian akan disampaikan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan “. (QS. at-Taubah; 9/105)

1 komentar

  1. [...] (seperti dia tulis di dalam blognya) [...]

Komentarnya dong...